Archives

CeriTa KeHiduPan

Begitu banyak cerita suka dan duka
Menghiasi hidup manusia..
Awalnya biasa menjadi berbagai warna
Warna rona kehidupan..
Rona wajahpun juga berubah
Senang menjadi sedih..
Sedih bisa menjadi bahagia
itulah Masalah….
Allah Maha Bijaksana…
Dia akan selalu menguji hamba-Nya
Dengan cerita-cerita Dia Yang Maha Tahu…
Cerita yang dilimpahkan ke hamba-Nya…
Cerita yang harus dilalui oleh para manusia
Mau tak mau manusia harus menerima..
Kunci sabar dan ikhlas ada di dalamnya
Jika manusia itu beriman
Allah Maha ADil…
Dia tak akan membiarkan hamba-Nya begitu saja
Melalui cerita-cerita kehidupan ini..
Dia memberikan hikmah dan kemudahan di dalamnya
ASal manusia itu mau berusaha dan berikhtiar
Balasan Allah sungguh mulia…
“Manusia yang beriman dan bertakwa”
Jannah tempat terbaik untuknya’
Subhanallah….

“Semoga kita semua termasuk orang-orang tersebut…Semangat ya temenku dalam mengarungi cerita ini…Jangan Menyerah …SEmangat..!!! “

Alhamdulillah…

Alhamdulillah akhirnya tulisanku selesai juga…jadi udah nggak usah mikir pusing-pusing lagi. Kuserahkan hasilnya kepada-Mu ya Rabb.
Engkau Maha Mengetahui segala isi hati kAmi..
Berilah kami jalan yang terbaik menurut-Mu.
Ku berpasrah kepada-Mu…amien.

Peramal…

“Dari Aisyah r.a.: Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah mengenai peramal. Beliau bersabda, ‘Mereka bukanlah apa-apa.’ Mereka berkata, ‘Ya Rasulullah! Beberapa dari perkataan mereka benar-benar terjadi.’ Rasulullah berkata, ‘Perkataan tersebut yang benar-benar terjadi adalah apa yang ditangkap sebagian oleh jin dengan diam-diam (dari langit) dan menuangkannya ke dalam telinga teman mereka (si peramal) dengan suara seperti ayam betina berkotek. Kemudian si peramal meramu perkataan tersebut dengan seratus kebohongan.’ “

etika majelis…

ETIKA MAJLIS Hendaknya memberi salam kepada orang-orang yang di dalam majlis di saat masuk dan keluar dari majlis tersebut. Abu Hurairah Radhiallaahu ‘anhu telah meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Apabila salah seorang kamu sampai di suatu majlis, maka hendaklah memberi salam, lalu jika dilihat layak baginya duduk maka duduklah ia. Kemudian jika bangkit (akan keluar) dari majlis hendaklah memberi salam pula. Bukanlah yang pertama lebih berhak daripada yang selanjutnya. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, dinilai shahih oleh Al-Albani).

Etika hidup Islami…

Etika Hidup Islami : Memberi Salam isunatkan memberikan salam di waktu masuk ke suatu majlis dan ketika akan meninggalkannya. Karena hadits menyebutkan: “Apabila salah seorang kamu sampai di suatu majlis hendaklah memberikan salam. Dan apabila hendak keluar, hendaklah memberikan salam, dan tidaklah yang pertama lebih berhak daripada yang kedua. (HR. Abu Daud dan disahihkan oleh Al-Albani).
hanung yudanto: Disunnatkan memberi salam di saat masuk ke suatu rumah sekalipun rumah itu kosong, karena Allah telah berfirman yang artinya:

” Dan apabila kamu akan masuk ke suatu rumah, maka ucapkanlah salam atas diri kalian” (An-Nur: 61)

Dan karena ucapan Ibnu Umar Radhiallaahu ‘anhuma : “Apabila seseorang akan masuk ke suatu rumah yang tidak berpenghuni, maka hendaklah ia mengucapkan : Assalamu `alaina wa `ala `ibadillahis shalihin” (HR. Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufrad, dan disahihkan oleh Al-Albani).

Doa kami buat Palestina

Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara, Turunkan para Malaikat-Mu untuk membantu para Mujahidin di Gaza dan Seluruh Palestina, sebagaimana telah Engkau turunkan ribuan Malaikat di Badar, di Khandaq dan di Tabuk.Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara, Janganlah Kau biarkan kami termasuk orang-orang yang berpangku tangan melihat kezaliman atas saudara-saudara kami.Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara, ringankanlah penderitaan saudara-saudara kami di Gaza, kuatkanlah terus generasi baru dari antara anak-anak mereka, menjadi generasi yang akan membawa kami pada kejayaan Islam lewat Jihad fii Sabiilillah.

Ya Allah ya tuhan kami, kabulkanlah doa kami. amien.

Hari Asyura

Abu Qatadah Radiyyallahu Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Sallallahu alaihi Sallam bersabda : “Aku berdo’a pada Allah bahwa puasa pada hari Asyura dapat menebus dosa tahun yang lalu.” Riwayat Imam Muslim, Al-Jami’-Us-Sahih II/2602.

Allah Maha Pengampun..

Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan “ (Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shahih).

Tiga Orang yang Tdk Dajak Bicara Allah SWT..

“Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah berkata, “Ada tiga macam orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada Hari Kebangkitan, dan Allah tidak akan membersihkan mereka dari dosa, dan mereka akan mendapatkan adzab yang menyakitkan. Mereka adalah: (1) Seseorang yang memiliki air dengan jumlah yang berlebihan (dari yang ia butuhkan) dan ia tidak memberikannya pada para musafir. (2) Seseorang yang berbaiat kepada seorang imam dan memberikan baiatnya hanya untuk kesenangan duniawi; apabila imam tersebut memberikan apa yang ia inginkan, ia menjalankan baiatnya, namun bila tidak maka ia melanggar baiatnya. (3) Seseorang yang menjual sesuatu kepada orang lain setelah waktu ashar dan bersumpah dengan nama Allah (dengan sumpah palsu) bahwa orang lain telah menawar barang yang ia miliki dengan harga tinggi dan si pembeli mempercayainya kemudian membeli barang tersebut, padahal ia tidak ditawarkan apapun untuk barang tersebut.””(HR. Bukhary)

tIGA sUNGAI Allah….

“Allah SWT telah membuat tiga sungai untuk membersihkan tubuh orang-orang yang berdosa. Jika ketiga sungai itu belum cukup maka Allah akan membersihkannya di Sungai Jahannam. Ketiga sungai itu adalah: pertama, sungai taubatan nasuha yaitu melepaskan segala perbuatan dosa dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Kedua, sungai hasanat yaitu kebaikan-kebaikan yang akan mengubur semua bentuk keburukan. Dan ketiga, sungai mushibah azhimah yaitu bencana atau ujian yang besar yang akan melebur setiap dosa. Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seorang hamba-Nya, Ia akan memasukkannya ke dalam salah satu sungai tersebut, hingga ia akan datang kepada-Nya di Hari Kiamat dengan tubuh yang suci dan bersih dan tidak perlu dimandikan di Sungai Jahannam.” HR. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah