Archive | February 2010

Ciri Istri Sholehah…

Istri yang shalehah adalah yang mampu menghadirkan kebahagiaan di depan mata suaminya, walau hanya sekadar dengan pandangan mata kepadanya. Seorang istri diharapkan bisa menggali apa saja yang bisa menyempurnakan penampilannya, memperindah keadaannya di depan suami tercinta. Dengan demikian, suami akan merasa tenteram bila ada bersamanya.

Mendapatkan istri shalehah adalah idaman setiap lelaki. Karena memiliki istri yang shalehah lebih baik dari dunia beserta isinya. ”Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalehah.” (HR Muslim dan Ibnu Majah).

Di antara ciri istri shalehah adalah, pertama, melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ”Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah).

Kedua, amanah. Rasulullah bersabda, ”Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu …” (HR Hakim).

Ketiga, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ”Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.”(QS Ar Rum : 21).

Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri shalehah, sebab ia bisa membantu memelihara akidah dan ibadah suaminya. Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa diberi istri yang shalehah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.” (HR Thabrani dan Hakim).

Namun, istri shalehah hadir untuk mendampingi suami yang juga shaleh. Kita, para suami, tidak bisa menuntut istri menjadi ‘yang terbaik’, sementara kita sendiri berlaku tidak baik. Mari memperbaiki diri untuk menjadi imam ideal bagi keluarga kita masing-masing.
dari : tentang-pernikahan.com

Senin dan semangat..

hari senin adalah hari pertama dalam seminggu..
Hari senin adalah awal hari bagi yang bekerja
senin…
Pasti selalu datang setiap abis minggu
Dan hari senin..kita tak boleh lesu
terbawa kesenangan di hari libur
kita musti semangat..
ucapkan doa dan bismillah
Semoga hari ini dan besok selalu berkah..
Kupasrahkan segala urusanku kepada-Mu ya Rabb
Amien…

Doa ibu untuk anaknya agar sukses dalam hidup

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yunin waj’alnaa lil muttaqiina imaaman
(”Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.”)

Rabbij’alni muqiimash-shalaati wa min dzurriyyattii rabbanaa wa taqabbal du’aa
(“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankan doaku.”)

Rabbana waj’alnaa muslimayni laka wa min dzurriyyatinaa ummatan muslimatan laka
(“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau”.).dari :dhuha.net

Alhamdulillah…

Alhamdulillah akhirnya tulisanku selesai juga…jadi udah nggak usah mikir pusing-pusing lagi. Kuserahkan hasilnya kepada-Mu ya Rabb.
Engkau Maha Mengetahui segala isi hati kAmi..
Berilah kami jalan yang terbaik menurut-Mu.
Ku berpasrah kepada-Mu…amien.

Semoga….

Apa yang harus aku tulis ya…aku bingung mo nulis apa..tetep harus optimis.
Ya Allah bimbing aku semoga apa yang aku tulis nanti tidak menyakiti semua orang-orang yang aku sayangi..
Beri aku petunjuk-Mu..amien

Doa ketika seseorang menikah

Pernikahan adalah momen yang tak akan mungkin dilupakan oleh seseorang dalam hidupnya. Agar pernikahan kita mendapat ridha Allah SWT ada baiknya kita berdoa kepada Allah SWT untuk meraih rahmat dan berkah-Nya. Dengan memohon kepada Allah SWT kita berharap sepanjang rumah tangga kita akan selalu berada dalam lindungan dan ridha-Nya. Selalu memohon kepada Allah SWT dalam tiap-tiap tahap pernikahan kita adalah kunci dari kehidupan rumah tangga yang penuh berkah: Ketika hendak melakukan ijab kabul mereka yang melakukannya akan diminta untuk berdoa sebagai berikut:

Allahumma bariklahumaa wa ijma’ baynahumaa fi khayrin

(Ya Allah, berkati mereka dan persatukan mereka dalam kebaikan).

Ketika malam pertama pasangan suami istri hendak melakukan hubungan suami-istri maka mereka dianjurkan untuk terlebih dahulu melaksanakan shalat Sunnah dua rakaat dan lalu suami dengan lembut menyentuh dahi istrinya dan berdoa dengan terlebih dahulu menyebut nama Allah SWT:

Allahuma inni as-aluka khaira khairama jabaltaha ‘alaiha. Wa a’udzu bika min syarriha wa syarrima jabaltaha ‘alaihi

“Wahai Tuhanku, aku mohon kepada-Mu kebajikannya dan kebajikan tabiatnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan tabiatnya”.

Setelah membaca doa-doa diatas sangat penting bagi kedua pasangan suami istri ini untuk bercakap-cakap terlebih dahulu dan lalu memulai foreplay, setelah itu istirahat sejenak sebelum memulai hubungan badan. Semoga Allah SWT memberkati pernikahan anda. AMIN..sumber:dhuha.net

Kakak/Adik Ipar Mahram kah…?

Ipar dari istri anda adalah asing (bukan mahram) bagi dia. Istri anda harus mengenakan hijab (jilbab) ketika berhadapan dengan dengannya dan tidak boleh berduaan saja dengannya. Nabi Muhammad Saw. mengingatkan dengan keras tentang masalah ipar, karena di masyarakat banyak terjadi percampuran pergaulan tanpa batas antara ipar yang dapat menyebabkan berbagai masalah dalam rumah tangga nantinya.
Istri anda tidak diperbolehkan untuk memperlakukan iparnya seperti mahram; iparnya bukanlah mahram bagi istri anda, ipar istri anda tidak jauh beda dengan seorang asing/tamu sehingga aturan untuk mengenakan hijab/jilbab dan menjaga diri tetap berlaku.

Seorang yang dianggap mahram adalah seseorang yang dimana ia tidak diperbolehkan untuk menikahi dia kapan pun dan dalam kondisi apapun. Istri anda diperbolehkan untuk menikahi ipar anda, jika saja seandainya anda bercerai dengan istri anda dan dia kakak perempuan anda juga bercerai dengan suaminya atau meninggal. Dengan kata lain, batasan pernikahan yang sekarang ada bukan berarti menjadikan mereka mahram karena batasan yang ada (kemahraman) itu hanya sementara saja.

Lebih jauh lagi, Nabi Muhammad Saw. memperingatkan kita tentang perlunya menjaga diri dari hubungan antar kerabat seperti dengan ipar. Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Jangan kamu sekalian masuk ke dalam (ruang) wanita. Mereka bertanya, “Ya Rasulullah bagaimana dengan saudara ipar?”. Rasulullah menjawab, “Saudara ipar adalah kematian” (HR Ahmad, Tirmidzi, Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir no. 2677). Dengan kata lain, hubungan dengan ipar akan beresiko kepada perbuatan dosa dibanding dengan orang asing, karena sudah pasti intensitas pertemuan dan interaksi dengannya akan jauh lebih banyak dan hasilnya tentu lebih merusak dibanding kematian. Untuk itu marilah kita menjaga diri kita dari segala macam pintu godaan, seperti dalam sabda Nabi Muhammad Saw. yang menyatakan bahwa setan itu bekerja bagaikan aliran darah dalam tubuh manusia. Kita dapat terlindung dari godaan setan hanya dengan cara selalu mengingat Allah Swt. dan mengerjakan segala perintah dan larangan-Nya.

Kesimpulannya, istri anda harus tetap mengenakan hijab/jilbab di depan kakak/adik iparnya dan dia tidak boleh berdua-duaan saja dengannya dalam kondisi bagaimanapun juga.sumber:dhuha.net